1.) Personality dibangun atas pilar pengetahuan, perasaan, dan naluri dalam tindakan manusia yaitu keribadian merupakan susunan unsusr-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia. Manusia merupakan makhluk yang berakal budi yang organismenya ditentukan oleh pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Dari pengetahuan, perasaan, dan naluri dapat membentuk cara berpikir kita, cara bertindak sehingga membentuk pola-pola yang baik dan buruk mengenai aneka macam hal yang berbeda dalam lingkungan individu yang bersangkutan.
2.) Kebudayaan pada umumnya memiliki tiga wujud kebudayaan, yaitu:
a. Wujud kebudayaan sebagai suatu komplek suatu ide-ide, gagasan, nilai, dan norma, serta peraturan, dan sebagainya
b. Wujud kebudayaan sebagai suatu komplek aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
c. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud pertama adalah wujud ideal, sifatnya abstrak tidak dapat dirubah dan difoto, lokasinya ada dikepala atau dalam pikiran warga masyarakat itu hidup. Wujud kedua disebut sistem sosial, mengenai pola kelakuan manusia itu sendiri, bersifat konkret, dapat diobservasi, dan didokumentasi., sedangkan wujud ketiga disebut kebudayaan fisik, karena merupakan seluruh hasil fisik dari aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia, maka sifatnya paling konkret dan berupa benda-benda yang dapat difoto, diraba, dan diobservasi.
3.) Memaknai konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi, dalam wujud memahami masyarakat Banjar. Kebudayaan Banjar yang ada sekarang adalah merupakan hasil dari proses evolusi dan kontruksi sosial masyarakat pada kurun waktu yang lampau hamper ribuan tahun. Istilah Banjar berasal dari bahsa Jawa kuno yang berarti kelompok. Di Kalimantan mula-mula nam Banjar dipakai untuk memisahkan orang Melayu (nenek moyang berasal dari
Suku Banjar terbagi 3 subetnis berdasarkan teritorialnya dan unsur pembentuk suku berdasarkan persfeketif kultural dan genetis yang menggambarkan masuknya penduduk pendatang ke wilayah penduduk asli Dayak: Banjar Pahuluan adalah campuran Melayu dan Bukit (Bukit sebagai ciri kelompok), Banjar Batangbanyu adalah campuran Melayu, Maanyan, Lawangan, Bukit dan Jawa (Maanyan sebagai ciri kelompok)Banjar Kuala adalah campuran Melayu, Ngaju, Barangas, Bakumpai, Maanyan, Lawangan, Bukit dan Jawa (Ngaju sebagai ciri kelompok).Orang Banjar Pahuluan dan orang Banjar Batang Bayu pada awalnya lebih dikenal dengan mata pencaharian pertanian. Namun kemudian mereka mengembangkan usaha lain, yaitu usaha kerajinan. Sebagian dari mereka kemudian memutuskan untuk menetap dan tinggal di
4.) Kekayaan sumber daya alam tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran. Kekayaan sumber daya alam tidak menjadi jaminan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran yang tinggi, karenakan SDA yang melimpah bukan jaminan kesejahteraan maupun memakmuran bagi penghuninya. Tetapi yang menjadi pengontrol dari SDA tersebut adalah bagaimana kualitas Sumber Daya Manusia yang ada, sehingga pemanfaatan SDA tersebut benar-benar dapat terkelola dengan baik oleh tangan-tangan yang bertanggung jawab demi kemaslahatan bersama. Sedangkan dari sudut pandang budaya sendiri yakni sebuah kekuatan budaya yang melekat dari masyarakatnya sendiri, gejala konsumerisme sebagai akibat globalisasi juga sudah membudaya di kalangan masyarakat
5.) Menurut kajian kebudayaan penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan serta penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan karena :
a. Adanya Power Cultur yang tidak baik dalam mendominasi kehidupan seseorang.
b. Tidak ada inisiatif sendiri untuk melakukannya.
c. Kurangnya pengetahuan dan teknologi
d. Tidak adanya dana untuk melakukan penelitian.
Konsep Inovasi atau penemuan adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal serta penataan kembali dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru, sehingga terbentuk suatu sistem produksi dari produk-produk baru. Suatu proses inovasi tentu berkaitan penemuan baru dalam teknologi, yang biasanya merupakan suatu proses sosial yang melalui tahap discovery dan invension.